-->

Pedoman dan Penerbitan NISM Kementeria Agama Nomor 363 Tahun 2017

Pedoman dan penerbitan NISM atau dikenal sebagai (Nomor Induk Siswa Madrasah) telah ditetapkan pada tahun 2017 oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Republik Indonesia.

Adapun isi dari salinan Keputusan Dirjenpendis nomor.363 Tahun 2017 tentang Panduan Penerbitan Nomor Induk Siswa Madrasah mulai Jenjang, RA, MI, MTs, dan MA.

Namun hingga sampai tahun ini 2020 masih banyak madrasah yang kurang paham tentang regulasi mengenai penulisan nomor induk siswa madrasah (NISM).

Nomor Induk Siswa Madrasah merupakan identitas yang dapat membedakan peserta didik satu dengan peserta didik lainnya, bahkan hanya kalangan madrasah bahkan seluruh Indonesia nomor indok siswa madrasah seluruh nasional tidak ada yang sama.

Nomor Induk Siswa Madrasah (NISM).diberikan kepada siswa yang resmi tercatat sebagai salah satu peserta didik aktif di madrasah yang diajukan oleh operator madrasah (OPM).

Berikut ini formulasi penyusunan NISM
Nomor Induk Siswa Madrasah (NISM) terdiri dari 18 (delapan belas) digit angka dengan susunan
sebagai berikut :
https://www.massalam.com/
Pedoman dan penerbitan NISM
Keterangan:
XXXXXXXXXXXX = 12 (dua belas) digit Nomor Statistik Madrasah atau dikenal dengan (NSM)
XX = 2 (dua) digit tahun pertama kali peserta didik masuk di madrasah bersangkutan
XXXX = 4 (empat) digit adalah nomor urut siswa yang terdaftar di
madrasah bersangkutan.

Salinan Pedoman dan Penerbitan NISM Kementeria Agama Nomor 363 Tahun 2017

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel