-->

Tips Cara Budidaya Jamur Tiram Secara Sederhana

massalam.com - Pada kesempatan kali ini mari kita mengetahui lebih banyak tentang budidaya jamur tiram. Jamur tiram yang memiliki nama latin Pleurotus ostreatus merupakan jenis jamur yang banyak diminati oleh semua orang. Selain rasanya yang enak, kandungan gizi yang banyak, juga memiliki harga yang relatif terjangkau untuk semua kalangan. Jamur tiram banyak tumbuh didaerah tropis yang lembap. 

Jamur ini memiliki bentuk seperti cangang tiram sehingga disebut sebagai jamur tiram. Belakangan ini banyak orang yang mencoba untuk membudidayakan jamur tiram karena rasanya yang lezat dan tingkat konsumsi masyarakat yang relatif tinggi. Dan yang terpenting budget yang di keluarkan untuk membudidayakan jamur tiram tersebut relatif murah. Mari kita perdalam ilmu tentang tips cara budidaya jamur tiram secara sederhana.


Tips Cara Budidaya Jamur Tiram Secara Sederhana Di Rumah

Pada bagian ini mari kita telaah tips cara budidaya jamur tiran secara sederhana di rumah. Terdapat beberapa cara dan tahapan yang harus dilakukan oleh seorang pembudidaya jamur, agar mampu membudidayakan jamur tiram dengan baik, benar, dan berhasil sebagai berikut:

https://asteknomedia.blogspot.com/
Jamur tiram dambaan kita semua
1. Membuat rumah kumbung
    Apa itu rumah kumbung? Rumah kumbung merupakan tempat yang akan menjadi jamur berkembang biak. Untuk membuat rumah kumbung, kita harus mengukur suhu dan kelembapannya. Sebuah rumah kumbung yang bagus adalah rumah yang memiliki kelembapan yang pas dengan ventilasi udara yang cukup. 


Sebuah rumah kumbung biasanya berisi beberapa rak yang terbuat dari kayu atau bambu untuk dijadikan tempat disimpannya baglog sebagai media tempat jamur berkembang biak.

2. Membuat baglog

Baglog merupakan media tempat jamur berkembang biak. Baglog sebagai media tempat jamur berkembang terdiri dari beberapa komponen diantaranya yaitu serbuk kayu, serbuk gergaji, atau ampas tebu, kapur, pupuk, air, dan  (gergaji kayu, ampas tebu), sumber gula (tepung-tepungan), kapur, pupuk P, bekatul (serbuk padi) dan air. 

Semua komponen tersebut dicampur dan dibungkus dalam plastik yang berbentuk tabung. Setelah dimasukkan kedalam plastik, maka bolongi plastik secara vertikal atau horizontal sebagai lubang untuk dimasukkan bibit jamur.

3. Memilih bibit berkualitas

Ini merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Memilih bibit yang unggul dapat mempengaruhi kualitas dari budidaya jamur tiram. Maka dari itu pilihlah bibit yang berkualitas dari produsen yang terpercaya.

3.  Melakukan inokulasi atau penanaman bibit

Inokulasi merupakan aktivitas pembibitan jamur ke dalam baglog yang sebelumnya telah dibuat.  Bibit jamur berkualitas yang telah kita pilih bisa dimasukkan diatas baglog yang sebelumnya telah dilubangi secara rapi dan merata. Kemudian proses inokulasipun sudah berhasil dilakukan. 

Setelah di inokulasi, jamur harus di inkubasi dengan suhu antara 24-29o C. Di sini penting sekali mengatur kelembapan dan sirkulasi udara tersebut. Proses inkubasi dilakukan sampai baglog dipenuhi dengan misselium (bakal jadi jamur).

4. Perawatan jamur dalam baglog

Tahapan ini merupakan tahapan yang sangat penting untuk menentukan keberhasilan sebuah budidaya jamur tiram. Setelah proses inokulasi dan inkubasi. Baglog yang dipenuhi dengan misselium haris di siram dan dirawat dengan teratur. Lubang-lubang yang telah dibuat akan menjadi media untuk jamur tiram tumbuh.

5. Pemanenan Jamur tiram

Pemanenan jamur tiram dilakukan setelah 1-2 minggu jamur dirawat. Baglog dari hasil panen tersebut masih bisa digunakan lagi 2 sampai 3 kali.

    Demikian artikel mengenai tips cara budidaya jamur tiram secara sederhana. Semoga artikel ini dapat menjadi inspirasi bagi pembaca semua untuk memulai budidaya jamur tiram. Semoga harimu menyenangkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel